Pencapain positif dilakukan Inter di awal tahun 2017 dengan tidak mengendurkan taget memperbaiki skuadnya. Bursa musim dingin ini menjadi momen yang tepat bagi Inter untuk bisa melaju lebih baik dari paru musim pertama dan mencapai target memenangi tiket Liga Champions alias 3 besar klasemen akhir Serie A. Nama yang kemudian menjadi perbincangan dari klub Milan ini adalah gelandang potensial Atalanta, Roberto Gagliardini.

Roberto Gagliardini bahkan dikabarkan media-media Italis seperti GDS, CDS, bahkan Di Marzio telah pasti akan berseragam Nerazzuri di sisa musim ini. Ia lebih memilih Inter ketimbang Juventus sebagai pelabuhan barunya yang sebelumnya merupakan tim yang paling menginginkan sang gelandang.

Di Marzio mengungkapkan kalau Inter telah mencapai kesepakatan dengan Atalanta untuk memboyong pemain berusia 22 tahun tersebut. Menurut media di Italia itu, pengumuman kepindahan sang pemain akan dilakukan paling cepat dalam 24 jam kedepan. Padahal sebelumnya tes medis Gagliardini akan berlangsung hari ini, namun ada masalah teknis dalam hal detail kontrak namun tidak akan menganggu jalan sang pemain untuk ke Inter.

Sebelumnya Gagliardini merupakan salah satu dari incaran Juventus. Pemain yang berposisi sebagai gelandang tersebut dianggap bisa menjadi penerus Andrea Pirlo dan Paul Pogba di lini tengah Juventus. Namun, klub asal Turin tersebut baru berencana membuat penawaran pada bursa transfer musim panas mendatang. Hal ini kemudian dimanfaatkan oleh rival mereka yang langsung tancap gas dan tidak segan dengan harga tinggi yang dipasang Atalanta.

Inter yang juga mengingikan jasa Gagliardini rela mengeluarkan uang antara 25-27 juta euro atau sekitar Rp 370 miliar untuk membawa sang pemain ke Giuseppe Meazza. Mungkin harga itu terdengar berlebihan bagi masyarakat umum untuk pemain sekaliber Gagliardini yang tidak memiliki pengalaman apapun selain bersama klub Kota kelahirannya Atalanta. Namun bagi pengamat sepak bola, khususnya sepak bola Italia, Gagliardini merupakan gelandang jangkar yang sangat baik dalam hal memutus serangan lawan. Sosok seperti ini merupakan sosok yang langka pada sepak bola modern saat ini, apalagi Gaglia masih berusia 22 tahun. Gagliardini pun dianggap sangat mirip dengan gelandang Chelsea, Ngkolo Kante. Jadi rasanya memang pantas Atalanta menghargai pemainnya itu benar-benar sangat tinggi.

Sampai pekan ke-18 Liga Italia Serie A, Gagliardini sudah mencatatkan 13 penampilan dan menyumbang dua assist. Gagliardini saat ini disebut sebagai satu di antara talenta muda terbaik yang ada di Italia dan tentunya fenomena yang dimiliki Atalanta dalam sejarahnya. Bagi Inter, Gagliardini akan sangat dibutuhkan sebagai jenderal lini tengah di depan para bek yang selama ini ditinggalkan gelandang flamboyan mereka dulu, Esteban Cambiasso.

 

LEAVE A REPLY