Terjawab sudah kampiun Kompetisi Non-Liga yang telah diikuti penikmat sepak bola Indonesia yang nyaris 1 tahun lamanya ini. Sebulum Arema mengancam papan klasemen karena merupaka tim terdekat dari Mutiara Hitam, pasukan Pahabol cs sudah lebih dahulu mengunci posisi Puncak klasemen usai mengandaskan PSM dengan skor mencolok 4-2 sore tadi. Dengan hasil ini maka gelar Torabika Soccer Championship berhak jatuh di tanah Mandala, Jayapura.

Meski pertandingan berlangsung di bawah guyuran hujan, Persipura hanya membutuhkan hasil seri demi mengunci gelar juara. Namun, itu bukan sebuah target yang diusung tim Mutiara Hitam sebagai seorang juara. Terus menekan sejak awal laga melalui Edward Wilson Junior dan Osvaldo Ardiles Haay, namun Persipura masih belum mampu mencetak gol. Semua itu berkat ketangguhan Deny Marsel di bawah mistar gawang PSM yang membuat tim Rene Albert sempat menjadi Batu penghalang Persipura.

Akhirnya ketangguhan Deny runtuh di menit 21. Dimulai dari akselerasi Ricardo Silva di sisi kanan pertahanan PSM, kemudian dia memberi umpan ke tengah kotak penalti yang disambut oleh Edward Wilson yang kembali meneruskan ke kaki Yohanes Ferinando Pahabol yang langsung melepaskan tendangan keras ke gawang PSM. 1-0 Persipura unggul.

Empat menit kemudian berselang, Ferinando Pahabol kembali menjadi momok bagi PSM. Melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti, bola tak mampu dihalau oleh Deny Marsel. Tim Mutiara Hitam unggul dua gol dalam lima menit dari kaki si bocah lincah Pahabol.

Tak puas hanya 2 gol, bermain di bawah pendukungnya yang datang secara membludak, Persipura kembali menambah keunggulan di menit 41. Mendapat umpan terobosan dari Ricardo Silva, Edward Wilson melepaskan tendangan di depan kotak penalti yang kembali tak mampu dihalau kiper PSM.

Tidak berhenti di kaki Edward Wilson, Persipura terus menghibur para fansnya di rumah sendiri. Kali ini, Osvaldo Haay yang menjadi aktor. Mendapat bola dari tendangan sudut, Osvaldo yang tanpa pengawalan dengan mudah menanduk bola ke gawang PSM di menit tambahan. Hingga babak pertama usai, papan skor menunjukkan keunggulan empat gol untuk Persipura.

Memasuki babak kedua menjadi momen perbaikan bagi PSM. Akselerasi Willem Jan Pluim dan Titus Bonai berkali-kali merepotkan barisan pertahanan Persipura. Sayang, usaha PSM untuk membobol gawang Tim Mutiara Hitam selalu kandas. Tibo yang dimasukan sebagai pengganti benar-benar menjadi masalah bagi klub yang melesatkan namanya itu.

Hujan yang semakin deras dan kondisi lapangan yang semakin basah, membuat kedua tim harus berusaha ekstra untuk menguasai pertandingan. Akhirnya, bola-bola panjang menjadi solusi kedua tim yang dimainkan sepanjang babak kedua dilangsungkan. Terus berupaya memperkecil ketinggalan, usaha PSM berhasil dituntaskan Rasyid Assahid Bakri di menit 86. Mendapat umpan dari Titus Bonai, Rasyid yang tak terkawal dengan leluasa mengecoh Yoo Jae Hoon. Gol yang membuat PSM terbakar semangat untuk pulang dengan sedikit rasa bangga.

Keberadaan Tibo memang betul terasa bagi penyerangan PSM, kombinasinya dengan Rasyid kembali membuahkan gol kedua untuk PSM di menit tambahan babak kedua. Tendangan Tibo yang mampu ditepis Yoo Jae Hoon langsung disambut oleh Rasyid yang membuatnya mencetak twice goal di laga itu. Namun 2 gol Rasyid tidak berarti apa-apa selain penghibur fans Juku Eja, skorpun bertahan untuk kemenangan Persipura Jayapura 4-2.

Susunan pemain:

Persipura Jayapura: Yoo Jae Hoon (GK); Yustinus Pae, Ruben Karel Sanadi, Ricardo Salampessy, Yohanis Tjoe (Bio Paulin 72′); Imanuel Wanggai, Nelson Alom, Ricardo Silva; Osvaldo Ardiles Haay (Ian Louis Kabes 52′), Yohanes Ferinando Pahabol, Edward Wilson Junior (Marinus Mariyanto 79′).

PSM Makassar: Deny Marsel (GK); Ardan Aras, Hendra Wijaya, Wasyiat Hasbullah, Achmad Hisyam Tole; Rizky Pellu, Ridwan Tawainella, Syamsul Bachri Haeruddin; Willem Jan Pluim (Ivan Wahyudi 79′), Andri (Rasyid Assahid Bakri 24′), Luis Ricardo Lino (Titus Bonai 46′).

LEAVE A REPLY