Kebun Stroberry, gembira

101berita.com – Buah strawberry di wilayah Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU), tepatnya di Desa Aremantai, Desa Siring Agung dan Desa Segamit, semakin menjadi primadona. Saat ini, perkebunan strawberry menjadi tempat wisata petik buah langsung dari tanamannya atau wisata agro.

Sayangnya, disaat permintaan atas buah merah (strawberry) ini sangat tinggi, namun petani yang menanamnya masih minim. Hal ini lebih dikarenakan tingginya biaya bibit dan pemeliharaan.

Namun, warga Desa Siring Agung, Kecamatan SDU. Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) telah menyiapkan lahan seluas tiga hektar guna mengembangkan kebun buah tersebut.

“Saat ini, kita sudah menyiapkan lahan tiga hektar untuk pengembangan buah strawberry ini. Kita masih berharap, ada uluran tangan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim dan Pemprov Sumsel serta dana dari Pusat karena biaya pemeliharaannya sangat tinggi,” ungkap Kepala Desa (Kades) Siring Agung, Kumala, Kamis (27/10/2016).

Bukan hanya Desa Sring Agung yang akan mengembangkan kebun strawberry. Desa Aremantai dan Desa Segamit, saat ini masih berusaha mencari lahan untuk pengembangan buah tersebut.

“Saat ini, hampir setiap hari pengunjung dari berbagai daerah yang datang ke Segamit untuk membeli strawberry. Kadang, ada yang tidak kebagian karena banyaknya pengunjung yang datang,” ujar Jalal, Kades Segamit saat disambangi Maklumatnews.com di wilayah perkebunan strawberry Danau Ringkih.

Pardu, seorang petani strawberry menjelaskan, berkebun strawberry ini menyenangkan.

“Jika digeluti secara serius, hasilnya cukup bagus dan dapat menunjang perekonomian masyarakat,” katanya.

Dilanjutkan, dengan mengolah lahan seluas dua hektar, cukup dijadikan kebun strawberry. Dirinya beralasan, prospek dari produksi buah ini sangat bagus dan dapat menunjang perekonomian warga. Apalagi, buah yang dihasilkan dari kebunnya aman bagi kesehatan alias tidak mengandung bahan kimia.

“Dalam sepekan bisa panen tiga kali buah yang siap jual. Harga rata-ratanya bisa mencapai Rp 55.000/kg. Memang sekarang buah strawberry Semende semakin populer. Pengunjung yang datang meningkat setiap akhir pekan, satu hari bisa sampai 25 kunjungan. Mereka bisa langsung memetik buah strawberry dari batangnya,” katanya lagi.

Seorang pengunjung asal Kota Palembang, Vidia mengatakan, perkebunan strawberry di wilayah Semende merupakan potensi agro wisata yang luar biasa. Alam dan pemandangan indah, terbentang kebun strawberry, membuatnya hatinya senang berkunjung ke Semende.

“Luar biasa sekali bentangan kebun dan indahnya alam Semende, indahnya. Andai saja ini dikembangkan lebih luas lagi, tentu akan mengundang wisatawan lebih banyak lagi,” ujar mahasiswa Unsri ini.

Purwanto, pengunjung asal Tanjung Enim menambahkan, buah strawberry asal Semende sangat diminati warga Tanjung Enim, Muara Enim dan Palembang.

“Saya supplyer buah strawberry dari Semende. Setiap pekan, saya biasa kirim buah ini ke Tanjung Enim, Muara Enim dan Kota Palembang. Buah strawberry asal Semende ini sudah cukup populer,” singkatnya.(*)

Editor: Revi

 

LEAVE A REPLY