Pusamania Borneo FC Berakhir? Bagaimana Dengan Para Fans?

0
328

Lagi-lagi kabar tidak mengenakan terdengar dari sepak bola Indonesia. Lagi-lagi, menyurat kabar kalau salah satu klub besar saat ini di Indonesia akan berakhir alias bubar. Klub itu adalah Pusamania Burneo FC yang sebelumnya juga merupakan transformasi dari Persisam Samarinda. Hal ini diungkapkan oleh pelatih Dragan Djukanovic yang berbicara kalau Pusamania berpeluang absen pada kompetisi nasional musim depan.

Dragan Djukanovic juga mengungkapkan kalau klub asal Kalimantan Timur ini kemungkinan tidak akan ambil bagian di kompetisi musim 2017 mendatang alias bubar meski tidak mengakhiri kompetisi TSC di posisi degradasi.

Meski Indonesia sudah lepas dari jeratan sanksi FIFA, serta di tahun 2017 mendatang akan ada liga resmi kembali bergulir. Menurut wacana, kompetisi tersebut akan mulai pada Maret mendatang.

Pelatih asal Montenegro itu mengungkapkan, “Mungkin Pusamania tidak akan terlibat di kompetisi musim depan. Ini informasi yang saya dapat. Saya minta maaf soal ini tapi keputusan ini dibuat oleh atasan saya, bukan oleh saya sendiri dan saya tidak bisa mengubahnya,” ujarnya saat ditemui wartawan selepas sesi temu wartawan usai laga kontra Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kab. Bandung.

Pria berumur 47 tahun ini juga membenarkan jika masa kerjanya untuk Pesut Etam akan berakhir selepas kompetisi TSC ini. Ia mengaku sudah mendapatkan tawaran dari klub baik itu dari dalam maupun luar Indonesia, namun dirinya belum memutuskan akan membesut tim mana musim depan.

“Mungkin ini laga-laga terakhir saya di Pusamania bukan di Indonesia. Untuk karier saya di Indonesia, saya masih tidak tahu, mungkin saya akan masih melatih di sini atau di tempat lain di luar Indonesia,”

“Saya dapat banyak tawaran dari klub lain tapi yang pertama saya lakukan adalah saya ingin beristirahat bersama keluarga dulu sebentar, baru setelah itu, saya akan buat keputusan akan melatih di mana,”

“Saya sudah dapat tawaran dari klub di dalam maupun di luar Indonesia tapi saya suka melatih di sini,” katanya.

“Mengenai laga terakhir kontra Sriwijaya FC dalam tajuk partai tandang, Dragan berharap skuatnya masih memiliki daya juang tinggi seperti yang diperagakan dalam laga kontra Persib Bandung.

Pasukan Pesut Etam sendiri tampil cukup impresif dengan mencatatkan diri sebagai tim tertajam di gelaran ini, dengan tercatat mengoleksi 60 gol diikuti Madura United 56 dan Sriwijaya 54 gol. Bahkan tim yang diperkuat Ponaryo Astaman cs saat ini menempati posisi ke delapan dengan raihan 50 poin yang mengartikan kalau PBFC tidak pantas untuk absen musim depan.

“Kita tidak punya banyak waktu untuk persiapan, tapi saya harap kita masih bisa main dengan baik seperti di laga ini menghadali Persib Bandung,” tutupnya setelah rela membawa kekalahan dari Bandung dengan skor 0-1.

Pembubaran atau berakhirnya suatu klub ketika performa impresif di Indonesia bukanlah suatu hal yang janggal. Tim-tim seperti Pelita Bandung Raya, serta 2 klub dengan sejarah mentereng semacam Pelita Jaya Karawang dan Persebaya Surabaya juga sebelumnya harus menutup gerbang stadion mereka untuk para fans yang telah mencintai mereka. Tentu jika PBFC kemudian berakhir sebagai sebuah klub, ini akan memberikan kekecewaan yang besar terhadap para fans yang setia mendukung mereka selama ini.

LEAVE A REPLY