Tangis sejumlah pemain Timnas Indonesia, salah satunya kapten Boaz Solossa, tumpah ketika wasit Mohd Abdullah meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan leg kedua final Piala AFF 2016. Boaz Solossa cs. gagal juara setelah kalah 0-2 dalam duel kontra Thailand di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/12/2016) malam.

*Laporan Ario Yosia dan Vitalis Yogi Trisna dari Thailand

Gol kemenangan Tim Gajah Putih dicetak oleh Siroch Chattong pada menit ke-37 dan 47. Tim asuhan Kiatisuk Senamuang unggul agregat 3-2. Pada duel perdana mereka takluk 1-2 di Stadion Pakansari, Bogor, Rabu (14/12/2016).

Kapten Boaz Solossa langsung menangis. Ia terlihat memisahkan diri dari rekan-rekannya. Bek muda Yanto Basna sesama pemain asal Papua sempat menghampirinya sembari memeluk seniornya.

Alfred Riedl beserta para asisten mendatangi Boaz, satu per satu memeluk striker berusia 30 tahun tersebut.

Pemain yang menjadi pemain paling produktif di Tim Merah-Putih dengan koleksi tiga gol tersebut kemudian terduduk di lapangan. Dia baru berdiri setelah dihampiri asisten pelatih Indonesia, Wolfgang Pikal.

Boaz kemudian melambaikan tangan kanannya ke tribune selatan, tempat suporterTimnas Indonesia berkumpul. Wajar jika sang pemain kecewa, karena ia punya ambisi tinggi mengantar Indonesia juara di Piala AFF edisi ini.

Perjalanan Boaz di Piala AFF terbilang dramatis. Sempat bersinar saat menjalani debut di Timnas Indonesia pada edisi 2004, selanjutnya bomber asal kota Sorong itu seperti dijauhi keberuntungan.

Pada Piala AFF 2007 ia absen karena cedera berat. Walau tampil trengginas di klub Persipura Jayapura, Boaz terabaikan di dua Piala AFF lanjutan. Ia comeback di ajang elite antarnegara Asia Tenggara pada 2014, hanya Tim Garuda yang juga dibesut Alfred Riedl gagal total.

Tahun ini Tim Merah-Putih yang dipimpin Boaz Solossa seperti membuat keajaiban. Setahun lebih absen dari pentas internasional karena sanksi FIFA, secara mengejutkan Timnas Indonesia melaju ke laga puncak secara dramatis.

Boaz yang dikenal sebagai sosok yang jarang bersuara sempat mengungkapkan optimismenya setelah Indonesia memastikan diri ke final setelah menahan imbang Vietnam 2-2 di Hanoi. Dia yakin dengan skuat saat ini bisa menyajikan prestasi maksimal. “Sejak awal saya yakin dengan adik-adik dan rekan-rekan yang ada di tim. Kami punya potensi untuk menjadi juara.”

Namun, apa mau dikata keberuntungan belum berpihak kepada Timnas Indonesia serta Boaz Solossa. Walau memang ia masih punya kesempatan kembali berlaga di Piala AFF 2018, karena usianya saat ini belum terhitung gaek.

LEAVE A REPLY